Tuesday, November 20, 2012

SOAL ESSAY (SOFTSKILL)

Posted by asdfg at 6:35 PM 0 comments

1) Sebutkan 2 macam strategi yang pada umumnya digunakan dalam menentukan strategi!
   1. Strategi yang bersifat menyeluruh dan dilakukan secara simultan
   2. Strategi yang bersifat parsial dan dilaksanakan secara incremental

2) Keyakinan pada saat menetapkan perubahan, didasarkan berdasarkan?
     Berdasarkan hasil pengkajian dan identifikasi

3) Apa yang dimaksud dengan pendekatan delegasi (delegation approach)?
    Pendekatan delegasi menekankan kepada partisipasi dari bawah. Pihak bawah diberi kesempatan untuk ikut berpatisipasi aktif dalam program perubahan

SOAL PG (SOFTSKILL)

Posted by asdfg at 6:34 PM 0 comments

1) Cara-cara penanganan perubahan terbagi dalam beberapa tahap, kecuali...
    A. Tahap identifikasi                                               C. Tahap motivasi
    B. Tahap perubahan                                                D. Tahap evaluasi
     Jawab: C

2) Dalam menentukan strategi, hal-hal yang harus diperhatikan ialah....
    A. Pimpinan organisasi                                            C. Pendekatan Unirateral & Delegasi
    B. Saksi-saksi                                                          D. Media
    Jawab: C

3) Bagaimana cara melalukan tahap evaluasi dengan benar?
   A. Dengan menyimpulkan apakah hasil dari perubahan tersebut bersifat positif/negative
   B. Dengan memberikan saksi-saksi dengan uang
   C. Dengan menyimpulkan sepihak, baik dari sisi positif atau negative
   D. Dengan mengadakan perubahan seenaknya
   Jawab: A

Monday, November 5, 2012

1.1.4 . MELAKUKAN EVALUASI

Posted by asdfg at 9:38 PM 0 comments

Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau bersifat negatif perlu dilakukan penilaian.Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan, berarti berpengaruh positif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya bersifat negatif . Apabila hasil perubahan itu bersifat negatif, pimpinan harus melakukan koreksi total terhadap segala keputusan, baik keputusan yang diambil sebelum perubahan dilaksanakan maupun keputusan yang diambil pada saat pelaksanaan perubahan. Kesalahan juga dapat terjadi pada segi operasionalnya, atau ada unsur-unsur tertentu dari pihak bawahan.
Apabila hasil pelaksanaan perubahan itu bersifat positif berarti langkah perubahan itu dapat terus dilaksanakan dengan memperhatikan implikasi yang bersifat negatif dan menghambat pelaksanaan perubahaan.

Agar pimpinan mampu mengevaluasi dengan baik, pimpinan memerlukan informasi, baik informasi tentang kemajuan yang telah dicapai maupun informasi tentang penyimpangan-penyimpangan yang telah terjadi. Di samping itu pimpinan harus mampu menghayati berbagai masalah yang dihadapi.

1.1.3 . MENENTUKAN STRATEGI

Posted by asdfg at 9:36 PM 0 comments

Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya. Menurut  Siagian (1983,219), pada umumnya strategi yang terbuka untuk melakukan perubahan dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1) Strategi yang bersifat menyeluruh dan dilakukan secara simultan,atau
2) Strategi yang bersifat parsial dan dilaksanakan secara incremental.
Startegi untuk memperkenalkan perubahan dapat dilakukan dengan mempergunakan dua macam pendekatan. Pendekatan yang pertama dinamakan pendekatan unilateral, pendekatan yang kedua dinamakan pendekatan delegasi.
1) Pendekatan unirateral (unilateral approach) lebih menekankan pada keputusan pihak pimpinan. Komunikasi berlangsung dari atas ke bawah (downward communication). Dalam hal demikian program perubahan berasal dari atas. Bawahan hanya menerima dan melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh pimpinan(atasan). Jadi bawahan tidak memberikan kontribusi kepada program perubahan yang telah dibuat oleh pimpinan.
2) Pendekatan delegasi (delegation approach) menekankan kepada partisipasi dari bawah. Pihak bawah diberi kesempatan untuk ikut berpatisipasi aktif dalam program perubahan. 

1.1.2 . MENGADAKAN PERUBAHAN

Posted by asdfg at 9:36 PM 0 comments

Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahului bahwa perubahan memang harus dilakukan , baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
Keyakinan tersebut didasarkan atas hasil pengkajian dan identifikasi dari berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi yang mempunyai dampak terhadap kehidupan organisasi.

Wednesday, June 20, 2012

[TUGAS AKHIR IBD] Aplikasi Perkuliahan dengan Cara Soft-skill

Posted by asdfg at 10:51 PM 0 comments

  • Cara meng-upload tugas dan tulisan baik ke Blog, maupun Studentsite.
1. Pertama-tama, tentukan tema tulisan dan tugas yang ingin ditulis
2. Lalu sebaiknya, tulislah dalam Microsoft Word atau aplikasi pengolah kata lainnya. Agar terlihat lebih rapih. 
3. Cari referensi mengenai tulisan/tugas yang ditulis agar tepat kebenarannya, dan bisa dibuktikan. Bisa dari internet, buku, majalah, ataupun koran.
4. Setelah sudah selesai dikerjakan , jangan lupa menuliskan sumber atau daftar pustaka untuk referensi yang didapat dan digunakan sebelumnya.
5. Lalu, bukalah blog yang ingin dijadikan tempat meng-upload tugas-tugas dan tulisan-tulisan tersebut.
6. Copy-paste lah tugas dan tulisan yang sudah ditulis pada Ms.Word sebelumnya, lalu tinggal diedit sesuka hati agar keliatan lebih rapih lagi dan lebih menarik.
7. Setelah semua tugas dan tulisan diupload di Blog, lalu bukalah website Studentsite.
8. Setelah itu, login sesuai ID masing-masing.
9. Setelah login, lalu pilih menu layanan Studentsite seperti pada petunjuk gambar di bawah ini.
Pilih lah kategori sesuai yang ingin diupload, misalnya tugas/tulisan.

10. Setelah itu, akan muncul tampilan seperti gambar di bawah.
Masukkan judul postingan yang sudah diposting pada Blog, lalu copy URL tulisan tersebut, dan tempatkan pada kolom URL, lalu pilih Submit. (Perhatikan gambar di atas yang dibulatkan)

11. Setelah disubmit, semua tugas atau tulisan akan tertera pada tempatnya. (Lihat gambar di bawah)
Bagian yang saya bulatkan, itu adalah semua tulisan yang sudah diupload.


12. Selesai! ;)


  • Perkuliahan Soft Skill

Aplikasi perkuliahan dengan cara softskill adalah salah satu mata kuliah yang mengasah keterampilan mahasiswa untuk dapat berkreasi terutama pada penulisan. Penulisan tersebut bisa berisikan materi dari perkuliahan matakuliah yang ditunjuk untuk dijadikan bahan tuisan yang kemudian di upload dimasing masing blog, selain itu kita bisa menulis tentang hal hal yang lain seperti, mengomentari soal suatu permasalahan yang ada di sekitar kita, atau sebuah peristiwa yang sekarang-sekarang ini sedang gencar-gencarnya diberitakan diberbagai media baik media elektronik maupun media cetak. 

( Sumber : Blogger )



Wednesday, June 13, 2012

[TULISAN IBD] Budaya Politik di Indonesia

Posted by asdfg at 9:20 PM 0 comments
A. Pengertian Budaya Politik

Sikap orientasi warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara di dalam sistem itu ( G. A. Almond dan S. Verba )
Sikap dan orientasi warga suatu negara terhadap kehidupan pemerintahan negara dan politiknya ( Mochtar Masoed dan Colin MacAndrews )
Suatu konsep yang terdiri dari sikap, keyakinan, nilai - nilai dan ketrampilan yang sedang berlaku bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk pola - pola kecenderungan khusus serta pola - pola kebiasaan yang terdapat pada kelompok - kelompok dalam masyarakat ( Almond dan Powell )

B. MACAM - MACAM BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DI MASYARAKAT


Budaya politik elit (terdiri dari kaum pelajar sehingga memiliki pengaruh dan lebih berperan dalam pemerintahan) dan budaya politik massa (kurang memahami politik sehingga mudah terbawa arus).
Menurut Hebert Feith, sistem politik di Indonesia di dominasi oleh budaya politik aristokrat Jawa dan wiraswasta Islam.
Menurut C. Geertz di Indonesia terdapat budaya politik priyayi, santri dan abangan.

C. TIPE - TIPE BUDAYA POLITIK


1. BUDAYA POLITIK PAROKIAL ( PAROCHIAL POLITICAL CULTURE )
Tipe budaya politik yang orientasi politik individu dan masyarakatnya masih sangat rendah. Hanya terbatas pada satu wilayah atau lingkup yang kecil atau sempit.
Individu tidak mengharapkan apapun dari sistem politik.
Tidak ada peranan politik yang bersifat khas dan berdiri sendiri.
Biasanya terdapat pada masyarakat tradisional.
2. BUDAYA POLITIK SUBJEK ( SUBJECT POLITICAL CULTURE )
Masyarakat dan individunya telah mempunyai perhatian dan minat terhadap sistem politik
Meski peran politik yang dilakukannya masih terbatas pada pelaksanaan kebijakan-kebijakan pemerintah dan menerima kebijakan tersebut dengan pasrah.
Tidak ada keinginan untuk menilai , menelaah atau bahkan mengkritisi
3. BUDAYA POLITIK PARTISIPAN ( PARTICIPANT POLITICAL CULTURE )
Merupakan tipe budaya yang ideal.
Individu dan masyarakatnya telah mempunyai perhatian, kesadaran dan minat yang tinggi terhadap politik pemerintah.
Individu dan masyarakatnya mampu memainkan peran politik baik dalam proses input (berupa pemberian dukungan atau tuntutan terhadap sistem politik) maupun dalam proses output (melaksanakan, menilai dan mengkritik terhadap kebijakan dan keputusan politik pemerintah).
4. BUDAYA POLITIK SUBJEK PAROKIAL 
( PAROCHIAL SUBJECT POLITICAL CULTURE )
Budaya politik yang sebagian besar telah menolak tuntutan masyarakat feodal atau kesukuan.
Telah mengembangkan kesetiaan terhadap sistem politik yang lebih komplek dengan stuktur pemerintah pusat yang bersifat khusus.
Cenderung menganut sistem pemerintahan sentralisasi.
5. BUDAYA POLITIK SUBJEK PARTISIPAN 
( PARTICIPANT SUBJECT POLITICAL CULTURE )
Sebagian besar masyarakatnya telah mempunyai orientasi input yang bersifat khusus dan serangkaian pribadi sebagai seorang aktivis.
Sementara sebagian kecil lainnya terus berorientasi kearah struktur pemerintahan yang otoriter dan secara relatif mempunyai serangkaian orientasi pribadi yang pasif.
6. BUDAYA POLITIK PAROKIAL PARTISIPAN 
( PARTICIPANT PAROCHIAL POLITICAL CULTURE )
Berlaku di negara-negara berkembang yang yang masyarakatnya menganut budaya dalam stuktur politik parokial.
Tetapi untuk keselarasan diperkenalkan norma-norma yang bersifat partisipan.

D. PERKEMBANGAN BUDAYA POLITIK MASYARAKAT INDONESIA


Indonesia menganut budaya politik yang bersifat parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di pihak lain.
Sikap ikatan primodalisme masih sangat mengakar dalam masyarakat Indonesia.
Masih kuatnya paternalisme dalam budaya politik Indonesia.

MASA DEMOKRASI TERPIMPIN

Kelebihan masa Demokrasi Terpimpin : 
A. Tidak akan ada gejolak politik, karena hanya satu partai yg berkuasa.
B. Peraturan pemerintahan sama di berbagai daerah sehingga lebih mudah diatur.

Kelemahan masa Demokrasi Terpimpin : 
A. Presiden cenderung berkuasa mutlak sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
B. Pengusa cenderung otoriter, karena tidak ada kontrol dari oposisi.
C. Penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan awal, yaitu demokratisasi (menciptakan stabilitas politik yang demokratis) menjadi sentralisasi (pemusatan kekuasaan di tangan presiden).
 

My Second Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review